Jerome
Polin Sijabat yang sering disapa
dengan panggilan Jerome Polin lahir di Jakarta pada
tanggal 2 Mei 1998. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Marojahan Sintong
Sijabat dan Chrissie Rahmeinsa. Ayah Jerome adalah seorang pendeta,
sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Pada tahun 2004,
keluarga Jerome pindah ke kota Surabaya, Jawa Timur. Setelah pindah
ke Surabaya, Jerome bersama saudaranya Jehian Panangian Sijabat mengeyam
pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di
Sekolah Intan Permata Hati, Surabaya, dengan mendapat beasiswa. Pada
tahun 2013, Jerome mengeyam jenjang sekolah menengah atas di SMA
Negeri 5 Surabaya.
Seperti anak muda lainnya, Jerome memiliki
cita cita di masa depan. Siapa sangka jika ia ingin menjadi Menteri Pendidikan
suatu hari nanti. Melalui cita citanya, ia berharap dapat memberikan yang
terbaik bagi negara tercinta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia, hingga mampu bersaing baik dengan negara lainnya. Ketika
berada di kelas 2 SD, Jerome berkeinginan untuk berkuliah di luar negeri. Agar dapat mewujudkan
cita-citanya untuk bisa sekolah di luar negeri, Jerome Polin sejak awal
menduduki bangku Sekolah Menengah Atas telah Menyusun dan membuat rencana untuk
dapat mengikuti ajang olimpiade dan menjadi siswa yang berprestasi. Dengan
pencapaian tersebut, ia berharap memperoleh beasiswa dan menempuh pendidikan di
luar negeri. Setelah lulus SMA,
keinginan untuk kuliah di luar negeri tersebut mengalami kendala karena orang
tuanya memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga Jerome mencoba mengambil program
beasiswa. Mulanya, Jerome mengikuti ujian seleksi program beasiswa
ke Universitas Teknologi Nanyang Singapura di Jakarta. Dua bulan
setelah tes, Jerome dinyatakan lulus seleksi namun hanya memperoleh setengah
beasiswa. Karena jumlah beasiswa yang akan diterima tidak penuh, Jerome
membatalkan mengambil beasiswa ke Singapura.
Namun kegagalan dalam
mendapatkan beasiswa full di Singapura tidak lantas membuat Jerome menyerah.
Hal tersebut justru memicu semangatnya untuk mendapatkan beasiswa di
universitas lain. Saat itu Jerome mencoba mengikuti program beasiswa dari sebuah
perusahaan asal Jepang, yakni Mitsui–Bussan, yang bisa memberikan beasiswa
penuh. Jerome
kemudian mengikuti ujian seleksi tersebut dan dinyatakan lulus untuk mendapat
beasiswa dari program Mitsui–Bussan Scholarship dan berkuliah
di Universitas Waseda, Shinjuku, Tokyo, Jepang jurusan Matematika Terapan.
Jerome Polin menjadi satu dari dua orang yang
terpilih mendapatkan full scholarship untuk berkuliah di Waseda University,
Jepang.
Meskipun akhirnya menempuh pendidikan
jurusan matematika, rupanya Jerome kecil sempat tidak menyukai pelajaran
matematika. Namun, suatu waktu pemikirannya berubah ketika sang Ibu Chrissie
memberikan sebuah perumpamaan ke Jerome bahwa matematika itu ibarat permainan
bajak laut. Ketika kamu bisa memecahkan kode maka kamu dapat mendapatkan harta
karun. Dari situlah pandangan Jerome Polin terhadap matematika menjadi berubah
dan semakin lama menjadi menyukai hingga digeluti untuk jenjang Pendidikan S1. Jerome
dikenal setelah memulai kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu pada
bulan Desember 2017 yang membagikan kehidupan pribadinya
sebagai mahasiswa Indonesia di Jepang. Jerome
membuat konten vlog cara belajar bahasa Jepang, matematika,
dan kesehariannya selama berada di Jepang. Kanal ini mendapatkan Silver Play
Button pada tahun 2018 dan Gold Play Button pada tahun 2019. Selain
mengembangkan kanal YouTube, pada bulan April 2021, Jerome bersama sang kakak,
Jehian membuka jejaring bisnis teh buah yang diberi nama Menantea dan masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada April 2021. Serta berhasil menerbitkan Buku
berjudul Nihongo Mantappu yang
diterbitkan
pada tahun 2019.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar